Sulit rasanya kuhirup segarnya udara Karena udara yg terpolusi jelaga Jutaan kendaraan penuhi jalan raya Pekat asapnya sesakkan dada Di pinggir kota ratusan pabrik merajalela Muntahkan ke sungai limbah berbahaya Sembur asap hitam membumbung angkasa Tak peduli lagi lingkungan sekitarnya Mari kawan kita perbaiki semua Tuk kurangi kendaraan di jalan raya Gunakan saja angkutan kota Tinggalkan motor, mulai kayuh sepeda Bersihnya sungai kita jaga bersama Tak boleh lagi limbah dibuang disana Tanamlah pohon tuk sejukkan udara Kurangi polusi agar sehat badan kita
Rabu, 11 April 2018
Polusi
Selasa, 13 Februari 2018
Spaghetti Rasa Mie Rebus Telor
Seperti biasa, setiap hari minggu kami memasak sendiri di
rumah. Untuk hari
minggu kemarin, Mama sudah rencanakan untuk memasak Spaghetti Carbonara.
Kebetulan ada saudara datang berkunjung, kali ini porsi memasaknya ditambah. Sebelumnya, Mama gak pernah pernah buat Spaghetti Carbonara untuk keluarga.
Setelah mencari resepnya di Google, sehari sebelumnya kami siapkan
bahan-bahannya.
Sesuai petunjuk resep di internet, bahan-bahannya adalah
Spaghetti, susu cair, margarin, keju, bawang bombay, bawang putih, bubuk
maizena, irisan tipis daging sapi, dan telor. Kami siapkan semua bahan-bahannya
sesuai resep. Mulailah kami memasak bersama menjelang jam makan siang. Untuk
memasaknya, kami semua berbagi tugas.
Pertama, Kakak Nawa yang rebus spaghettinya. Sembari
menunggu, bawang Bombay dan bawang putih dikupas dan dipotong kecil oleh Mama.
Tidak lupa Mey yang potong memanjang irisan daging sapi. Farrel yang
potong-potong kejunya dan Ayah yang aduk-aduk telornya. Setelah selesai, kami panaskan wajan dengan margarine,
kemudian kami tumis sebentar bawang dan irisan daging bersamaan. Setelah
berubah warna, dituangkan susu, irisan keju, dan yang terakhir adukan telor. Setelah
semua tercampur rata, akhirnya saus spaghetti siap. Berikutnya tinggal
meniriskan rebusan spaghetti untuk disajikan di piring.
Minggu, 28 Januari 2018
Derai Derai Cemara (Sinopsis Puisi Charil Anwar)
Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949
Karya Chairil Anwar
Bila menilik kehidupan Chairil Anwar, puisi Derai Derai Cemara ini dibuatnya saat Sastrawan itu sakit menjelang kematiannya. Chairil Anwar meninggal saat berumur 27 tahun karena menderita TBC. Saat itu hidupnya tengah dirundung masalah karena sang istri meninggalkannya dan meminta cerai saat anaknya baru berumur 7 bulan.
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949
Karya Chairil Anwar
Bila menilik kehidupan Chairil Anwar, puisi Derai Derai Cemara ini dibuatnya saat Sastrawan itu sakit menjelang kematiannya. Chairil Anwar meninggal saat berumur 27 tahun karena menderita TBC. Saat itu hidupnya tengah dirundung masalah karena sang istri meninggalkannya dan meminta cerai saat anaknya baru berumur 7 bulan.
Puisi ini menunjukkan kegundahan
dan kegelisahan hidup Chairil Anwar yang merasa waktunya di dunia tidak lama
lagi. Pilihan kata-kata dalam puisi sederhana, namun tak biasa digunakan orang
awam sehingga menimbulkan kesan yang mendalam yang tak mudah dipahami. Kekuatan
lainnya puisi ini adalah menggunakan rima yang teratur dibandingkan karya
puisinya yang lain.
Puisi ini terdiri dari tiga bait dimana
masing-masingnya terdiri dari empat baris yang berima teratur. Bait pertama
menunjukkan metafora episode kehidupannya dirasa akan berakhir tak lama lagi.
Dia metaforakan dirinya bagai cemara tinggi yang merapuh karena dahannya banyak
yang jatuh ditiup angin. Dan akhir kehidupannya diibaratkan malam yang akan
menjelang.
Pada bait kedua, dia menceritakan
bagaimana dia mencoba menerima kesengsaraan hidup dengan mencoba bertahan. Dia
tak lagi seperti saat kanak-kanak yang tak mau mengalah karena tingginya ego
diri yang dulu dibanggakan.
Pada bait ketiga, Chairil Anwar
mencoba merangkum kisah hidupnya yang mengisyaratkan penuhnya kesengsaraan
hingga akhir hayat yang membuat dia menyatakan Hidup hanya menunda kekalahan.
Dia merasa terasing dari kehidupannya karena tidak ada cinta dari orang
terdekatnya. Dia seakan menyimpan banyak hal yang sebetulnya ingin diungkapkan
namun akhirnya kematian lebih dulu datang.
Karena puisi ini dibuat sesuai
dengan isi hati Chairil Anwar menjelang dia meninggal, pembaca seakan-akan
dibawa pada pedihnya kesengsaraan yang dialam sang sastrawan. Terasa sekali
gelapnya puisi ini yang menyadarkan pembaca bahwa segala yang bernyawa akan
mati pada saat waktu yang ditentukan. Meskipun demikian, tetap semangat jalani
hidup dan tidak cepat putus asa.
#demi PR anak gadis
#yg punya PR siapa, yg kerjakan siapa 😑
#yg punya PR siapa, yg kerjakan siapa 😑
Rabu, 24 Januari 2018
Keshalihan Anak
Sejatinya.., keshalihan anak adalah
persembahan hadiah untuk kebaikan orang tuanya.
Jangan pernah salah memaknai keshalihan
anak. Ini bukan imbalan yang didapat orang tua karena upaya kerasnya mendidik
anak untuk rajin sholat 5 waktu, mudahkan langkah ke masjid untuk berjamaah,
luweskan lafadz untuk terus mengaji dan menghafal Al-Qur’an, ringankan tangan
untuk saling membantu dan bersedekah. Shalihnya anak bukan pula jadi alasan
kebanggaan ayah ibunya yang merasa memiliki sang anak.
Mendidik anak menjadi shalih
itulah fitrah orang tuanya. Tak peduli nanti pada bagaimana hasil akhirnya,
yang terpenting adalah prosesnya. Proses panjang yang akan sangat melelahkan yang
mungkin baru akan berakhir saat ajal menjelang.
Rajinnya anak untuk sholat,
Indahnya bacaan Qur’an anak, Santunnya perilaku anak sejatinya adalah hadiah
dari Allah yang luar biasa baik buat kita sebagai orang tuanya. Allah tahu
bahwa kita masih butuh imbalan dari shalihnya anak. Allah tahu justru kita yang
masih butuh sanjungan orang lain tentang shalihnya anak. Allah paham bahwa
predikat shalih anak membuat kita bangga dan makin membuat kita termotivasi
untuk terus menjadi baik. Allah paham betul dimana tingkat keikhlasan kita
dalam mendidik anak. Dan harus disadari tingkat keikhlasan kita masih ada di
level yang rendah.Coba bayangkan apa jadinya kita bila proses mendidik anak kita terasa sangat sunyi dan membosankan. Kita sudah bermuhasabah diri untuk bertekad ubah diri kita dan mulai hijrah, tapi seakan tak ada yang mendampingi. Harus berulang kali ingatkan anak untuk sholat, berlaku santun, rajin baca qur’an, tapi seakan tak ada perubahan berarti. Berulang kali kita merasa kita sudah lakukan yang benar, tapi terasa salah karena tak bisa bawa anak atau pasangan sendiri untuk ikut perbaiki diri dan berhijrah.
Jadi buat kita yang saat ini merasa beruntung miliki anak shalih, nikmati saja dulu saat ini. Siapkan diri untuk mulai fase selanjutnya. Istiqamahkan anak untuk tetap shalih, meski makin hari makin tak ada yang memuji dan belum tentu akan dimudahkan hidupnya. Makin banyaknya hafalan Qur’an anak, makin rajinnya ibadah dan sedekah anak mungkin tak berbanding lurus dengan banyaknya pujian orang dan makin mudahnya hidup. Harus bersiap kalo akan berjalan berbanding terbalik.
Justru di fase inilah kesejatian
cinta kepada Allah akan naik kelas. Cinta Allah itu absolut, tak perlu
meributkan riuhnya duniawi. Hidup dan Penghidupan hanya Allah yang tentukan.
Kemampuan mengikhlaskan atribut duniawi jadi bukti hanya untuk dan kepada
Allah-lah kehidupan kita. Atribut dunia hanya sekedar pelengkap jalani proses ketaatan hidup yang diatur Allah
Terasa berat? Itu pasti...! Tapi kita tahu Allah yang mengatur. Cuma Allah yang paham ada ditingkat mana diri kita. Jadi..., tak perlu berbangga hati bila semua terasa baik, itu semua karena Allah masih memanjakan kita....
Banyaklah bersyukur untuk saat ini.... Karena hakikatnya ke-bersyukuran itu akan teruji saat kenikmatan dunia mulai digantikan dengan nikmatnya keikhlasan.
Semoga tetap semangat didik keshalihan anak....
#SyukurRamadhan
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur) - Ad-Dhuha : 11
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan shalih yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. - Al-Kahfi : 46
......Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa - Al- Furqaan : 74
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh(HR. Muslim )
Updated : 31 May 2018
Terasa berat? Itu pasti...! Tapi kita tahu Allah yang mengatur. Cuma Allah yang paham ada ditingkat mana diri kita. Jadi..., tak perlu berbangga hati bila semua terasa baik, itu semua karena Allah masih memanjakan kita....
Banyaklah bersyukur untuk saat ini.... Karena hakikatnya ke-bersyukuran itu akan teruji saat kenikmatan dunia mulai digantikan dengan nikmatnya keikhlasan.
Semoga tetap semangat didik keshalihan anak....
#SyukurRamadhan
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur) - Ad-Dhuha : 11
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan shalih yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. - Al-Kahfi : 46
......Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa - Al- Furqaan : 74
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh(HR. Muslim )
Updated : 31 May 2018
Senin, 18 Desember 2017
Asyiknya Fun Walk bersama
Minggu lalu (171217), sekolah anak-anak
adakan acara Fun Walk di area CFD Bintaro. Dari sejak sabtu pagi, Mey &
Farrel sibuk ingatkan ayah & mamanya untuk bangun pagi di hari minggu.
Biasanya minggu memang jadi hari santai & bermalas-malasan setelah seminggu
banyak kegiatan. Tetapi untuk minggu kali ini bakal banyak aktifitas seru.
Meski sabtu malam tidur larut
malam karena nonton bola di TV, Farrel langsung sigap dibangunkan jam 4 pagi
untuk sholat subuh di masjid. Selesai subuhan, ayah & Farrel santai dulu di
depan TV sembari sarapan karena ternyata Mey udah ada di kamar mandi selesai
sholat subuh. Biasanya memang anggota keluarga Laki-laki dapat giliran mandi
terakhir karena Mey, Kakak Nawa, & Mamanya kalo di kamar mandi bisa lebih
dari setengah jam.
Meski agak telat 15 menit karena kakak
Nawa dan Mama kelamaan dandan, akhirnya semua siap jam 6.15 pagi. Kami sudah
siapkan kantong sampah dan sarung tangan higienis. Sesampai di area CFD, kami
bersihkan sampah-sampah yang ada di mobil dahulu karena kebersihan harus
dimulai dari keluarga sendiri. Setelah itu, kami langsung berbaur dengan banyak
keluarga besar SD Budi Luhur yang sudah lebih dulu memadati jalanan area CFD.
Kami kompak kenakan sarung tangan
di sebelah kiri untuk mulai punguti sampah yang ada di jalanan. Di area CFD,
sebetulnya jalanan relatif sudah bersih karena selain ada petugas kebersihan,
sudah banyak keluarga SD Budi Luhur yang sigap lebih dulu memunguti sampah.
Kami hanya memunguti sampah kecil dan wadah bekas susu yang kami beli dari
pedagang keliling. Jadilah kami malah sibuk foto selfie-selfie sembari jalan
ikuti rute. Karena hati riang & sejuknya pagi, rute berjarak 4 kilometer
jadi tak berasa.
Selesai fun walk, kami makan nasi kuning yang
dibagikan panitia. Tak lupa, bungkus bekas makanan dan sampah yang telah
dikumpulkan dibuang di kotak sampah anorganik. Melalui acara ini, anak-anak
jadi paham bahwa kegiatan apapun yang kita lakukan akan jadi menyenangkan
apabila tempatnya terjaga bersih dan bebas dari sampah. Semoga anak2 menjadi
disiplin dan terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga
kebersihan lingkungan.Senin, 27 November 2017
Meminta maaf
Suatu sore, Ale ngambek dan marah-marah ama Mamanya karena
disuruh cuci piring di dapur. Cuci piring memang tugas Ale setiap akhir pekan. Karena
piring kotornya banyak, Ale jadi capek dan kesal. Mukanya ditekuk dan
ngomel-ngomel sendiri.
Setelah agak tenang, Ayah bujuk Ale untuk minta maaf ama
mamanya. Ale awalnya menolak dan makin manyun. Tapi setelah diberi pengertian
bahwa semua anggota keluarga harus saling bantu berbagi tugas untuk kenyamanan
bersama, akhirnya Ale mau mengucap kata maaf.
Meminta maaf sebetulnya sesuatu yang mudah, tapi
mengalahkan ego untuk tidak merasa salah itu berat. Untuk dapat menjadi pribadi
yang baik, anak-anak harus dilatih mengalahkan egonya sendiri dan biasakan
meminta maaf bila lakukan kesalahan. Kerjakan PR bersama
Minggu sore, biasanya jadi hari paling sibuk buat kakaknya
Nawa. Itu karena banyaknya PR yang harus dikerjakan untuk dikumpulkan besok
hari Senin. Untuk tugas PR menulis, biasanya dilakukan sendiri. Tapi untuk
tugas keterampilan, biasanya kakak Nawa minta bantuan Meysa.
Meysa memang biasanya sudah selesai kerjakan tugasnya sendiri
dari hari Jumat sore. Jadi sabtu-minggu selalu siap sedia bila diminta bantuan.
Kali ini kakak Nawa minta bantuan untuk mengerjakan tugas
prakarya DIY. Mesya bantu kakaknya siapkan bahan-bahannya, ikut menghias dan
menempelkan aksesoris, dan merapikan semua peralatan setelah tugas selesai
dibuat.
Meysa tidak meminta imbalan apapun dari kakaknya. Dia senang
membantu kakaknya karena dia bisa belajar melatih keterampilan membuat sesuatu
dari barang yang tidak terpakai.
Langganan:
Postingan (Atom)


