Senin, 02 Oktober 2017

Kode Transfer

Minggu sore, tiba-tiba istri bilang begini :
Istri        : "Yah... knapa ya dua hari ini mataku suka kedut-kedutan?"
Suami     : "Mo dapat duit kali...." (asal jawab aja saya)
Istri        : "Amin.. mudah2an ada yg baik hati kasih duit..."
                "Yah.. ini tanggal brapa ya?"
Suami     : "(langsung tanggap) Iye.. iye.. ntar ayah transfer.." 😑

Buat para suami, sampeyan mesti paham bahasa kode istri. Kalo dia bilang matanya kedut-kedutan, doa'in aja kali aja bakal dapat duit. Tapi kalo dia bilang mata kedutan trus tanya tanggal, itu kode halus "Mama minta transfer" dan uang sampean yg bakal pindah ke tangan istri. Cepat2 lah lari ke atm terdekat. Jangan sekali2 cuekin kode itu, bisa-bisa besok pagi gak ada yg buatin teh anget atau terpaksa tidur sendiri malemnya.
Sehabis terima kertas transfer, ditunggu aja jawaban penuh kebahagiaan istri,
"Alhamdulillah.... ternyata bener ya Yah, mata kedutan itu tanda bakal dapat duit.." 😙

Selasa, 22 Agustus 2017

Bocah-bocah Subuh





Sampeyan tahu Mas yg buat rame masjid pas subuh?
Lihat tuh kumpulan bocah di pojok situ. Entah dari mana datangnya, Bocah-bocah itu pastinya tiap subuh datang lebih dulu dari kebanyakan bapak-bapak yg subuhan di masjid ini.

Mereka itu yg buat rame mesjid ini. Bocah-bocah itu tetaplah anak-anak yg gak kenal waktu becanda & main-main. Ada yg isengin kasih upil temennya, mainan air pas wudhu, lari2an kesana-kemari, main pukul2an atau ada juga yg tetap duduk bersila tertunduk tidur. Tapi perhatikan semangatnya, mereka kompak bangun pagi demi subuhan. Dan begitu iqomah, berbaris rapi di shaf paling belakang siap untuk sholat.

Bocah-bocah itu yg buat tukang molor kayak saya & bapak2 newcomers semangat berdatangan ke masjid. Masa iya mau kalah ghirahnya ama bocah ingusan? Masa iya gak malu ama kompaknya anak2 itu berangkat subuhan?

Bocah-bocah itu nantinya bakal jadi generasi terbaik akhir jaman. Mereka bakal jadi penerus indahnya Islam. Kalau sedari kecil sudah semangat jadi pejuang subuh, tak perlu diragukan lagi hebatnya kelak. Kita do'akan bareng-bareng kelak mereka jadi ahli surga.

Bocah yang rajin subuhan itu otaknya pasti bersih. Jadi dia bakal ingat siapa aja yang rajin subuhan. Kalo sampeyan jadi rajin subuhan ke masjid Mas, Insya Allah mereka ini bisa jadi penyelamat kita di akhirat nanti.

Bayangkan nanti kalau Sampeyan di akhirat sedang dihisab dan mampir dulu di neraka, tiba-tiba bocah-bocah itu yang duluan ke surga panggil-panggil nama Sampeyan, memohon Allah untuk dibebaskan dari siksa neraka :
“ Ya Allah bebaskan dia dari neraka, kita kenal Laki-laki itu yang sering subuhan bareng... Itu kan Bapak-bapak yang berdiri di depan shafku, itu yang sering kasih senyum, itu yang sering ingatin jangan berisik, itu yang selalu pilih shaf paling pojok, itu yang selalu wangi, itu yang selalu pake sarung, itu yang mukanya sangar, itu yang datangnya paling terakhir, dan itu-itu lainnya... “

Lagian kalo Sampeyan rajin subuhan, gak ada lagi kan alasan kesiangan masuk kantor? 😊
#tetapramaikansubuh
#selfreminder

Terinspirasi dari hadits ini :
Dari Abu Said Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, dalam hadits yang panjang, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda tentang syafaat di hari kiamat :
“Demi Allah Yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak ada seorangpun diantara kamu yang lebih bersemangat di dalam menyerukan permohonannya kepada Allah untuk mencari cahaya kebenaran, dibandingkan dengan kaum Mu’minin ketika memohonkan permohonannya kepada Allah pada hari Kiamat untuk (menolong) saudara-saudaranya sesama kaum Mu’minin yang berada di dalam Neraka. Mereka berkata : “Wahai Rabb kami, mereka dahulu berpuasa, shalat dan berhaji bersama-sama kami”.
Maka dikatakan (oleh Allah) kepada mereka : “Keluarkanlah oleh kalian (dari Neraka) orang-orang yang kalian tahu!” Maka bentuk-bentuk fisik merekapun diharamkan bagi Neraka (untuk membakarnya). Kemudian orang-orang Mu’min ini mengeluarkan sejumlah banyak orang yang dibakar oleh Neraka sampai pada pertengahan betis dan lututnya. Kemudian orang-orang Mu’min ini berkata: “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi di Neraka seorangpun yang engkau perintahkan untuk mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)!” Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang dari Neraka. Kemudian mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi seorangpun yang kami sisakan dari orang yang Engkau perintahkan untuk kami mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Selanjutnya mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada seorangpun yang Engkau perintahkan, kami sisakan (tertinggal di Neraka)”. Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Kemudian mereka berkata : “Wahai Rabb kami, tidak lagi kami menyisakan di dalamnya seorangpun yang mempunyai kebaikan”.
Pada waktu itu Abu Sa’id al Khudri mengatakan: “Apabila kalian tidak mempercayai hadits ini, maka jika kalian suka, bacalah firman Allah (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi seseorang meskipun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar”. (An Nisaa’ : 40) … al Hadits”. [HR. Bukhari dan Muslim] [8]
Sumber: https://almanhaj.or.id/2733-syafaat-bermanfaat-bagi-penghuni-neraka-yang-beriman.html” (HR Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")

Tantangan Baca Al Qur'an

Ramadhan lalu, Ayah beri tantangan buat Ale. Selain harus puasa 1 bulan penuh, Ale ditantang untuk bisa khatam 10 juz Al-Qur'an karena Ale sudah selesai baca buku IQRO. Kata Ayah, bulan puasa itu bulan untuk melatih kesabaran, meningkatkan iman, & belajar bersyukur. Ayah janji beri hadiah kalau bisa selesaikan 10 juz dalam 1 bulan. Jadi puasa bisa diisi dengan kegiatan yg bermanfaat, gak cuma diisi main PS aja sembari tunggu waktu berbuka puasa.

Al-Qur'an itu ada 30 juz, tiap juz-nya ada sekitar 20 halaman. Jadi kalau diberi target 10 juz, jadi harus dibaca 10×20=200 halaman. Kalau 1 halaman bisa dibaca 5 menit, 10 juz bisa dihabiskan dalam waktu 200x5=1.000 menit.
Kata Ayah, cukup dibaca 6 halaman aja per hari, jadi cuma butuh 30 menit sehari untuk baca Al-Qur'an.

Awalnya Ale malas baca, tapi karena Maysa sudah lebih dulu mulai baca sampai juz ke-2, Ale jadi semangat. Baca Al-Qur'an itu harus dengan tartil ikuti tajwid dan dibaca perlahan supaya benar bacaannya. Jadi harus semangat bacanya & sabar untuk bisa selesaikan target.

Awalnya Ale cuma bisa baca 1 halaman tiap abis Ashar, tapi lama kelamaan sehari bisa dapat sampai 10 halaman yang dibaca setiap selesai sholat. Jadi akhirnya bisa kejar Mey yg udah duluan baca. Karena semangat bacanya, akhirnya sampai dengan akhir Ramadhan, Ale & Mey malahan selesai 14 juz. Lebih dari target 10 juz yg diminta ayah.

Saat lebaran, Ayah penuhi janjinya. Ayah berikan duit lebaran ditambah hadiah baca Al-Qur'an plus bonusnya. Dompet Ale jadi makin tebal. Ale bersyukur karena dapat duit banyak dan gak lupa berbagi angpao buat mpok Romlah yang rajin bersih2 rumah dan masak makanan yg enak

Selasa, 01 Agustus 2017

Ta'aruf

"Ayah... apa sih Ta'aruf itu?"
"Ta'aruf itu bukan pacaran kan?"
"Sebelum nikah, ta'aruf dulu ya Yah?
"Ta'aruf itu berapa lama sih?"
"Emang bisa ya Yah, kita baru kenal trus langsung nikah? Kalo ternyata sifatnya jelek gimana?"
Itu pertanyaan2 Mey yg baru kelas 4 SD soal ta'aruf karena Nawa kakaknya yg dah SMP pernah bilang nanti kalo mo nikah gak mau pacaran, ta'aruf aja.

"Begini lho Mey, ta'aruf itu bukan berarti begitu kenal trus langsung nikah..."
"Siapa Mey salah satu temen cowok kamu di sekolah? Biar gampang aja ayah buat contohnya.."
Mey yg ditanya malah diam aja, eh malah Ale yg nyamber, "sama si Raya aja Yah..". Ditambah lagi Nawa yg ngomporin, "Cie..Cieh..."
"Iiihh... kan Mey gak suka ama dia", Mey malah jadi manyun.
"Santai aja Mey, ini kan cuma contoh, gak beneran...", saya lanjut jelaskan.
"Misalnya nih nanti kalo kamu dah gede, kamu ketemu lagi ama Raya yg kamu tahu dia baik. Eh pas udah gede, Raya juga makin rajin sholat di masjid,  pinter ngaji, baik ama orang tua, suka bantu temannya, trus kelihatannya dia suka ama kamu. Kalo dia serius mau nikah ama kamu, ya ayah tinggal kenalan ama dia. Nanti ayah tentukan apa dia cocok buat kamu supaya kamu dapat suami yang baik."
"Makanya mulai dari sekarang, kalo mau dapat pasangan yg baik, kamu juga harus rajin sholat, rajin belajar, hormat ama orang tua. Nanti jodoh yg baik akan datang sendiri."

Ayah mah gak muluk2 cari menantu yang sempurna Nak... Ayah mah gak butuh menantu yg ganteng, tapi harus yg lebih sholeh dari Ayah. Supaya ayah tetap jadi laki-laki yg paling ganteng buat kalian... 😊

PS: Raya bukan nama sebenarnya. Psst... Nama aslinya tinggal ditambahi "s" ditengah2 😉

Minggu, 30 Juli 2017

Ayah Paling Bahagia Sedunia

Nak... kau lihat laki-laki yg ada di depanmu?
Dia adalah ayah paling bahagia sedunia..
Kau tahu kenapa?
Karena dia ayah yang bisa bangunkan dan ajak anaknya subuh berjamaah di masjid..
Kau paham betapa beruntungnya ayah seperti dia?
Karena disana ada shalat fajr yang pahalanya lebih baik dari miliki dunia dan seisinya
Dan anaknya pun juga melakukan shalat fajr seperti dia
Tabungan kebaikan ayah itu tergandakan dengan pahala dari amal anaknya
Kini... seakan tak lagi butuh dia dunia dan seisinya


Kau tahu Nak betapa berharganya 30 menit pertama di subuh hari?
Disitu ada waktu ayah dan anak saling bicara
Disitu ada saat anak tidur sesaat di pangkuan ayahnya
Disitu ada waktu ayah gendong anaknya
Disitu ada saat ayah dengarkan lantunan doa anak untuk kebaikan dirinya
Disitu ada waktu ayah & anaknya berlomba lari cepat ke rumah sepulang dari masjid
Disitu ada pelukan hangat ayah di pundak anaknya
Disitu ada saat terbaik ayah nikmati indahnya akhlak anak
Jadi tak perlu lagi kujelaskan deretan kebaikan 1 jam berikutnya yg mengiri setelah subuh

Subuh tawarkan banyak keuntungan buat ayah seperti dia nak...
Subuh berikan dunia dan seisinya
Subuh enyahkan kemunafikan diri
Subuh berikan dia investasi paling menguntungkan dari shalihnya sang anak
Dan kini lihatlah aku yg duduk disebelahmu Nak... lihat senyum Ayahmu yg merasakan hal yang sama
Karena kau jadikan aku salah satu dari kumpulan ayah paling bahagia sedunia
Setidaknya untuk pagi ini....

#ayoramaikansubuh

Buat :
# pejuang subuh : kalian luar biasa...!!!! (say it with Ariel Noah version)
# ayah yg berhasil ajak anaknya sholat : gw iri ama lo yg menang banyak
# lelaki yg masih terlelap saat subuh : yakin mo lewati pahala sebanyak itu??

Senin, 24 Juli 2017

Dulu Ayah Munafik

"Ayo Le.. kita Isya di masjid!", ajak saya. "Knapa sih yah harus ke masjid? Emang gak bisa sholat di rumah aja?" Ale balik tanya. "Ntar ayah jelasin di masjid, kita pake sepeda aja kesana..."

Begitu sampe masjid, parkirin sepeda, wudhu, trus duduk sembari tunggu iqamah, saya coba jelaskan...
"Kau tahu Le, sholat apa yg paling berat? Itu sholat Isya & Subuh. Kalo orang tahu besarnya pahala sholat jamaah isya & subuh masjid, pasti banyak orang yg datang ke masjid meski harus ngesot2..."
"Kau tahu orang munafik kan? Orang munafik itu paling berat sholat Isya & Subuh, makanya jarang kelihatan di masjid.."

Dijelasin begitu, ehh Ale malah jawab, "Berarti dulu ayah orang munafik dong. Kan dulu ayah jarang isya & subuh di masjid..."

Jleb.. Kalo kau tahu Le, ayahmu sampai sekarang aja masih bolong2 ke masjidnya. Doakan aja ayahmu makin berkurang kemunafikannya.

"Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shalat Isya dan Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak." (HR Bukhari dan Muslim)

“Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafik dari pada sholat subuh & isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung di dalam kedua sholat itu, pastilah mereka mendatangi tempat (masjid) kedua sholat itu meskipun dengan merangkak...” (HR Bukhari)

Selasa, 11 Juli 2017

Mumpung masih rajin Sholat

Masih ingat tulisan soal pamer sholat di masjid?
Akhirnya emaknya anak2 gak tahan juga buat komentar, "Ayah berubah drastis banget sih skrg jadi rajin ke masjid?". Saya cuma mesem aja, "udah diem aja, aku mumpung lagi rajin nih... ntar jg kalo malesnya balik lagi juga jadi jarang ke masjid"

Sengaja saya mulai rajin ke masjid seminggu sebelum ramadhan kemarin, karena pastinya selama puasa kmarin jadi makin mudah bangun subuh karena harus makan sahur.

Selama ramadhan, saya selalu berdoa untuk diringankan kaki melangkah ke masjid terutama supaya gak malas pas subuh & isya buat tarawih. Alhamdulillah, sebulan kemarin cuma bolong sekitar 5-6 kali karena pas hujan, ketiduran gak sahur, & pas pulang mudik. Buat saya ini luar biasa karena terakhir bisa rajin subuh & tarawih pas jaman SMA 20 tahun lalu.

Sebenarnya ada rasa gak ikhlas kalo cuma sendirian yg rajin ke masjid. Jadi anak2 & emaknya dipaksa juga supaya ikutan rajin sholat. Anak2 dijanjikan iming2 duit supaya mo nemenin ayahnya subuhan & tarawih. Belajar kembali ke masjid memang lebih enak kalo ada yg temani.

Tahu kenapa sampai habis lebaran ini masih pengen rajin ke masjid?
Jujur aja ini sama sekali bukan karena pengen dibilang alim atau semacamnya yang malah berujung bikin ujub.

Ada banyak hal yg pengen saya tahu, pengen lihat, pengen dengar & pengen rasakan sendiri.
Saya pengen tahu siapa aja pejuang subuh yg tetap istiqamah, lihat siapa aja berubah jadi rajin ke masjid, pengen dengar gimana lantunan imam baca surat Al qur'an yg bikin makmumnya jadi mewek tapi bikin ketagihan untuk terus ikut sholat jama'ah. Pokoknya, saya pengen jadi saksi luar biasanya usaha mereka yg berubah, yg belajar istiqamah, yg tetap rajin ke masjid.

Lebih dari sebulan ini ke masjid saya jadi tahu ternyata ada tukang roti, supir taxi, satpam yg selalu awal waktu ke masjid. Jadi lihat seorang ayah dengan anaknya yg SMP rajin jalan bareng subuhan, Kakek & cucunya yg msh TK yg selalu ambil shaf depan sebelah pojok kiri. Jadi hafal mana aja jamaah yg subuhan pake kaos oblong kayak saya, Kumpulan bapak pensiunan yg ternyata sudah puluhan tahun setia berjamaah. Ada juga Bapak tattoan yg lebih dulu kembali ke masjid, bocah2 SD yg selalu buat masjid rame, remaja yg jadi kelihatan cakep krn pake gamis, bapak2 mapan yg selalu wangi kalo ke masjid.
Mereka semua itu yg jadi sebab semangat kembali ke masjid tetap ada sampai saat ini. Jadi malu rasanya kalo gak ikutan sholat jamaah di masjid

Saya juga pengen rasakan sendiri gimana beratnya ringankan kaki ke masjid. Pengen buktikan sholat yg paling berat dilakukan di masjid itu sholat isya & subuh.
Dan memang akhirnya jadi tahu dan dipaksakan beratnya ke masjid terutama setelah ramadhan selesai...

Minggu lalu dikabulkan juga doa saya. Kaki keseleo karena kepeleset di kamar mandi yang buat jari kaki memar (orang jawa bilangnya njarem rasane) jadi rasanya nyeri kaki dibawa jalan. Jalan diseret2 sembari tahan sakit. Buat duduk sholat pun harus pintar2 atur posisi supaya gak makin meringis. Nyeri yang buat 5 hari gak yakin bisa jalan ke masjid yg jaraknya cuma 100 meteran dari rumah.
Setelah hari ke-6, saya paksakan jalan ke masjid. Dan demi Allah, jadi rasakan sendiri beratnya langkah kaki & jarak rumah ke masjid berasa makin jauh.

Menjadi istiqamah itu berat. Hal ini yg pengen saya tahu berikutnya gimana beratnya. Saya pengen tahu berapa lama saya bisa bertahan untuk tetap rajin ke masjid, berapa lama bisa selalu bangun sebelum adzan subuh, gimana proses berubah itu berjalan, dan banyak hal lainnya.

Tolong ingatkan kalau saya sudah pergi menjauh dari masjid karena sebaik-baik kawan adalah kawan yg selalu mengingatkan untuk kembali ke kebaikan. Dan mudah-mudahan kita terhindar untuk menjadi orang-orang munafik.


“Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafik dari pada sholat subuh & isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung di dalam kedua sholat itu, pastilah mereka mendatangi tempat (masjid) kedua sholat itu meskipun dengan merangkak...” HR Bukhari