Rabu, 20 Juni 2018

Saat Ramadhan berakhir

Saat Ramadhan berakhir..., jangan padamkan semangatnya Nak
Teruslah baca Qur'anmu
Tetap ringankan kakimu ke masjid
Mudahkan tanganmu untuk beri kebaikan
Awal waktu selalu shalatmu
Perbanyak hafalan suratmu
Jaga terus bersih lisanmu

Kau boleh bergembira hari ini, tapi tetap teruskan semangat ramadhanmu
Kau boleh rayakan hari yg fitri ini, untuk bersiap kembali kejar indahnya iman

Bila kau rasa lelah, istirahatlah sejenak karena tak selamanya harus kencang berlari
Bila tak mampu berlari, berjalanlah
Bila tak mampu berjalan, berdiamlah sejenak
Isi kembali energimu, tuk kembali maju ke depan

Jangan kau berubah haluan atau mundur ke belakang
Ada Ayah disampingmu yang akan temanimu melangkah

Karena sesungguhnya Ayahlah yang sedang berjuang menuju kebaikan
Dan kau bersamaku agar Ayah tak merasa sendiri berjalan

Kamis, 10 Mei 2018

DIlan & AlGojo

Bosan sebenarnya ku bahas kau Dilan
Tapi ini soal AlGojo-mu yang bertebaran di jalan

Semua tahu kau setan jalanan
Tak perlulah ada AlGojomu yang penuhi jalan
Ini makin tunjukkan kau tak jantan
Yang beraninya keroyokan

Panglima harusnya maju terdepan
Eh.. malah AlGojomu yang lempar selebaran
Tebar cerita hebatnya rayuan memabukkan
Yang buat Milea terlena dalam buaian

Cepat terbangunlah dari tidurmu Dilan
Cukup satu Milea saja digenggaman
Tak perlulah kau jadi Don Juan
Karena tak akan kuat kau berjalan

Bilang AlGojo-mu tuk menyingkir dari jalan
Jangan lagi tebar kebohongan
Ingat sebentar lagi ramadhan
Mending banyakin baca qur'an

#tetapgantidilanaja
#bukangantipresiden

Ramai karena Qur'an


Tiba-tiba Nawa pindah dr kamarnya ke kamar ayahnya sambil manyun, " Ayah.... itu tuh Mey gangguin aku jadi gak bisa konsen menghafal..."😒
"Emang Mey gangguin apa? Emang kamu lagi hafalin apa?", tanya saya.
Setelah agak reda manyunnya, baru Nawa mulai bicara, "Mey tuh baca Qur'an kenceng2 di kamar... aku kan jadi gak konsen hafalin surat Ar-Rahman..."
Sebelum mamanya ikutan komentar, saya cukup bilang, "Udah gak papa, kamu istighfar ya..." sembari elus rambutnya.

Buat saya, ini berantem kakak-adik yg paling membahagiakan. Syukur Alhamdulillah karena anak2 berantem untuk kebaikan. Meramaikan rumah dengan bacaan Qur'an, berlomba untuk segera khatam, bersaing banyaknya hafalan surat, saling mengingatkan untuk baca Qur'an tiap hari meski cuma 1-2 ain, atau sekedar rebutan ambil mushaf kesayangan. Rumah jadi lebih nyaman karena tak pernah sepi dari indahnya bacaan Qur'an.

Mudah2an kelak mereka nanti terus berlomba untuk kebaikan yang jauh lebih besar dan bermanfaat. Kebaikan yang sejatinya orang tuanya lah yang paling banyak dapat manfaatnya. Insya Allah....

Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan... (Al Baqarah : 148)

Rabu, 11 April 2018

Kukira Umar... ternyata Dilan

Uang ditebar berlagak bak Umar
Aih... ternyata dia Dilan sang panglima jalanan
Kupikir dia diam bersabar.... taunya tebar pesona di jalan

Milea..... kenapa dengan Dilanmu?
Tak cukupkah sekali saja Dia merayumu?
Kuharap Kau tetap tegar, mungkin dia butuh udara segar
Sesekali pengen jajan dan beli cemilan

Lihat sekarang dia merajukmu
Dipakainya kaos bertulis janji setia
Janji tahun depan tak lagi bengal demi kamu
"Cukup Satu Milea..." katanya

Tetap jaga Dilanmu Milea...
Pegang terus janjinya...
Meski entah tahun depan apa lagi janjinya...

Karena yang paham Dilan cuma kamu, yang lain tidak

#BukanGantiPresiden
#GantiDilanAja

Taman Laut

Lihatlah itu ikan-ikan yang berenang
Berkejaran diantara terumbu karang
Di hamparan pantai berombak tenang
Yang disirami mentari bersinar terang

Taman lautku indah memesona
Senang hatiku melihatnya
Beraneka ragam ikan berada disana
Karena lestari terumbu karangnya

Indonesia negeri lautan
Taman lautnya banyak tak terbilang
Dari Raja Ampat, Bunaken hingga Derawan
Kita jaga agar kelak cerita indahnya tak hilang

Polusi

Sulit rasanya kuhirup segarnya udara
Karena udara yg terpolusi jelaga
Jutaan kendaraan penuhi jalan raya
Pekat asapnya sesakkan dada

Di pinggir kota ratusan pabrik merajalela
Muntahkan ke sungai limbah berbahaya
Sembur asap hitam membumbung angkasa
Tak peduli lagi lingkungan sekitarnya

Mari kawan kita perbaiki semua
Tuk kurangi kendaraan di jalan raya
Gunakan saja angkutan kota
Tinggalkan motor, mulai kayuh sepeda

Bersihnya sungai kita jaga bersama
Tak boleh lagi limbah dibuang disana
Tanamlah pohon tuk sejukkan udara
Kurangi polusi agar sehat badan kita

Selasa, 13 Februari 2018

Spaghetti Rasa Mie Rebus Telor

Seperti biasa, setiap hari minggu kami memasak sendiri di rumah. Untuk hari minggu kemarin, Mama sudah rencanakan untuk memasak Spaghetti Carbonara. Kebetulan ada saudara datang berkunjung, kali ini porsi memasaknya ditambah. Sebelumnya, Mama gak pernah pernah buat Spaghetti Carbonara untuk keluarga. Setelah mencari resepnya di Google, sehari sebelumnya kami siapkan bahan-bahannya.

Sesuai petunjuk resep di internet, bahan-bahannya adalah Spaghetti, susu cair, margarin, keju, bawang bombay, bawang putih, bubuk maizena, irisan tipis daging sapi, dan telor. Kami siapkan semua bahan-bahannya sesuai resep. Mulailah kami memasak bersama menjelang jam makan siang. Untuk memasaknya, kami semua berbagi tugas.

Pertama, Kakak Nawa yang rebus spaghettinya. Sembari menunggu, bawang Bombay dan bawang putih dikupas dan dipotong kecil oleh Mama. Tidak lupa Mey yang potong memanjang irisan daging sapi. Farrel yang potong-potong kejunya dan Ayah yang aduk-aduk telornya.  Setelah selesai, kami panaskan wajan dengan margarine, kemudian kami tumis sebentar bawang dan irisan daging bersamaan. Setelah berubah warna, dituangkan susu, irisan keju, dan yang terakhir adukan telor. Setelah semua tercampur rata, akhirnya saus spaghetti siap. Berikutnya tinggal meniriskan rebusan spaghetti untuk disajikan di piring.

Kami membayangkan spaghetti carbonara buatan kami akan sama specialnya dengan yang ada di restoran. Tapi setelah dimakan, malah terasa seperti mie instan rebus telor. Ternyata ada kesalahan di dalam resep. Seharusnya untuk memasak saus spaghetti seharusnya tidak pakai telor. Tapi biarlah, yang terpenting kami sudah memasak bersama dan bisa menikmati makanan yang ada meski sebenarnya gagal memasak Spaghetti Carbonara rasa restoran.