Minggu, 30 September 2018

Sampaikan Pesan itu ke Hatimu


Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.
Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?"
Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. (QS. Al-Zalzalah : 1-5)

Sudah sampai kah pesan itu kepadamu kawan?
Segera masukkan ke hatimu agar kau paham maknanya
Bencana itu hadir tak hanya untukmu, tapi buat kita semua

Tak peduli kau bertakwa atau pendosa
Tak peduli kau baik atau jahat
Tak peduli kau jujur atau dusta
Tak peduli kau amanah atau khianat
Tak peduli kau rendah hati atau berbangga diri
Bencana itu tetap datang menghempas...

Tak peduli kau pengejar akhirat atau pendamba dunia
Tak peduli kau pencinta Allah atau pemuja makhluk
Tak peduli kau diam menahan diri atau membual kebohongan
Tak peduli kau pemberi kebaikan atau pembuat kerusakan
Tak peduli kau penyemai damai atau penyebar fitnah
Bencana itu tetap akan menghampiri...

Tak peduli kau berbaik atau berburuk sangka
Tak peduli kau ringan bersedekah atau bakhil bertumpuk harta
Tak peduli kau jiwa yang tenang atau selalu gundah
Tak peduli kau hati yang teduh atau penuh keluh

Tak peduli kau penampil sederhana atau pesolek kemewahan 
Bencana datang tak pedulikan siapapun....

Karena setiap bencana sudah ditentukan waktunya
Yang membedakan adalah kesudahannya, menjadi rahmat kebaikan atau azhab kebinasaan

Semua keburukan akan mengundang azhab berikutnya yg tak terperi
Semua kebaikan akan mendatangkan rahmat yg berlimpah

Saat bencana, Allah tunjukkan seperti apa kita sebenarnya
Bersabarlah dan berbaik sangkalah atas ketetapan Allah
Biarkan bencana ini menjadi pengingat betapa kecilnya dan tak berdayanya kita
Pengingat tak selamanya kita di dunia dan akan tinggalkan apapun yg ada didalamnya

Seburuk apapun kita di masa lalu, berubahlah menuju kebaikan

Selagi masih ada waktu sebelum ajal menjelang
Selagi masih bisa memilih untuk menjadi akhir yang baik atau akhir yang buruk
Karena pesan bencana itu tak hanya untuk kalian saja yang tertimpa musibah, tapi juga untuk kita semua yang merasa aman terhindar dari maut yang mengancam.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (QS. Al-Hadid : 22)
Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar ( kesalahan-kesalahanmu) (QS. Asy-Syuura : 30)

Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?
Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku (QS. Al-Mulk : 16-17)

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu (QS. Al-'An'am: 17)

Rabu, 20 Juni 2018

Saat Ramadhan berakhir

Saat Ramadhan berakhir..., jangan padamkan semangatnya Nak
Teruslah baca Qur'anmu
Tetap ringankan kakimu ke masjid
Mudahkan tanganmu untuk beri kebaikan
Awal waktu selalu shalatmu
Perbanyak hafalan suratmu
Jaga terus bersih lisanmu

Kau boleh bergembira hari ini, tapi tetap teruskan semangat ramadhanmu
Kau boleh rayakan hari yg fitri ini, untuk bersiap kembali kejar indahnya iman

Bila kau rasa lelah, istirahatlah sejenak karena tak selamanya harus kencang berlari
Bila tak mampu berlari, berjalanlah
Bila tak mampu berjalan, berdiamlah sejenak
Isi kembali energimu, tuk kembali maju ke depan

Jangan kau berubah haluan atau mundur ke belakang
Ada Ayah disampingmu yang akan temanimu melangkah

Karena sesungguhnya Ayahlah yang sedang berjuang menuju kebaikan
Dan kau bersamaku agar Ayah tak merasa sendiri berjalan

Kamis, 10 Mei 2018

DIlan & AlGojo

Bosan sebenarnya ku bahas kau Dilan
Tapi ini soal AlGojo-mu yang bertebaran di jalan

Semua tahu kau setan jalanan
Tak perlulah ada AlGojomu yang penuhi jalan
Ini makin tunjukkan kau tak jantan
Yang beraninya keroyokan

Panglima harusnya maju terdepan
Eh.. malah AlGojomu yang lempar selebaran
Tebar cerita hebatnya rayuan memabukkan
Yang buat Milea terlena dalam buaian

Cepat terbangunlah dari tidurmu Dilan
Cukup satu Milea saja digenggaman
Tak perlulah kau jadi Don Juan
Karena tak akan kuat kau berjalan

Bilang AlGojo-mu tuk menyingkir dari jalan
Jangan lagi tebar kebohongan
Ingat sebentar lagi ramadhan
Mending banyakin baca qur'an

#tetapgantidilanaja
#bukangantipresiden

Ramai karena Qur'an


Tiba-tiba Nawa pindah dr kamarnya ke kamar ayahnya sambil manyun, " Ayah.... itu tuh Mey gangguin aku jadi gak bisa konsen menghafal..."😒
"Emang Mey gangguin apa? Emang kamu lagi hafalin apa?", tanya saya.
Setelah agak reda manyunnya, baru Nawa mulai bicara, "Mey tuh baca Qur'an kenceng2 di kamar... aku kan jadi gak konsen hafalin surat Ar-Rahman..."
Sebelum mamanya ikutan komentar, saya cukup bilang, "Udah gak papa, kamu istighfar ya..." sembari elus rambutnya.

Buat saya, ini berantem kakak-adik yg paling membahagiakan. Syukur Alhamdulillah karena anak2 berantem untuk kebaikan. Meramaikan rumah dengan bacaan Qur'an, berlomba untuk segera khatam, bersaing banyaknya hafalan surat, saling mengingatkan untuk baca Qur'an tiap hari meski cuma 1-2 ain, atau sekedar rebutan ambil mushaf kesayangan. Rumah jadi lebih nyaman karena tak pernah sepi dari indahnya bacaan Qur'an.

Mudah2an kelak mereka nanti terus berlomba untuk kebaikan yang jauh lebih besar dan bermanfaat. Kebaikan yang sejatinya orang tuanya lah yang paling banyak dapat manfaatnya. Insya Allah....

Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan... (Al Baqarah : 148)

Rabu, 11 April 2018

Kukira Umar... ternyata Dilan

Uang ditebar berlagak bak Umar
Aih... ternyata dia Dilan sang panglima jalanan
Kupikir dia diam bersabar.... taunya tebar pesona di jalan

Milea..... kenapa dengan Dilanmu?
Tak cukupkah sekali saja Dia merayumu?
Kuharap Kau tetap tegar, mungkin dia butuh udara segar
Sesekali pengen jajan dan beli cemilan

Lihat sekarang dia merajukmu
Dipakainya kaos bertulis janji setia
Janji tahun depan tak lagi bengal demi kamu
"Cukup Satu Milea..." katanya

Tetap jaga Dilanmu Milea...
Pegang terus janjinya...
Meski entah tahun depan apa lagi janjinya...

Karena yang paham Dilan cuma kamu, yang lain tidak

#BukanGantiPresiden
#GantiDilanAja

Taman Laut

Lihatlah itu ikan-ikan yang berenang
Berkejaran diantara terumbu karang
Di hamparan pantai berombak tenang
Yang disirami mentari bersinar terang

Taman lautku indah memesona
Senang hatiku melihatnya
Beraneka ragam ikan berada disana
Karena lestari terumbu karangnya

Indonesia negeri lautan
Taman lautnya banyak tak terbilang
Dari Raja Ampat, Bunaken hingga Derawan
Kita jaga agar kelak cerita indahnya tak hilang

Polusi

Sulit rasanya kuhirup segarnya udara
Karena udara yg terpolusi jelaga
Jutaan kendaraan penuhi jalan raya
Pekat asapnya sesakkan dada

Di pinggir kota ratusan pabrik merajalela
Muntahkan ke sungai limbah berbahaya
Sembur asap hitam membumbung angkasa
Tak peduli lagi lingkungan sekitarnya

Mari kawan kita perbaiki semua
Tuk kurangi kendaraan di jalan raya
Gunakan saja angkutan kota
Tinggalkan motor, mulai kayuh sepeda

Bersihnya sungai kita jaga bersama
Tak boleh lagi limbah dibuang disana
Tanamlah pohon tuk sejukkan udara
Kurangi polusi agar sehat badan kita